Program EKOAKSI merupakan inisiatif kolaboratif dari KKN-T Inovasi IPB University yang diusung untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif warga Desa Rangimulya dalam pengelolaan sampah. Berangkat dari kepedulian terhadap masalah sampah, terutama limbah plastik, program ini dirancang untuk tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memfasilitasi aksi nyata yang dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan desa. EKOAKSI hadir sebagai katalisator yang menghubungkan pengetahuan dengan tindakan, membangun fondasi kebersihan dan kesehatan lingkungan yang menjadi tanggung jawab bersama.
Edukasi merupakan pilar utama program EKOAKSI, yang dimulai dengan serangkaian kegiatan sosialisasi pada tanggal 4, 8, dan 10 Juli 2025. Dalam sesi ini, warga Desa Rangimulya diajak untuk memahami perbedaan mendasar antara sampah organik dan sampah plastik. Fokus utama diberikan pada permasalahan sampah plastik yang sulit terurai di alam. Sebagai contoh, kantong plastik dapat membutuhkan waktu antara 10 hingga 500 tahun untuk terurai, sementara botol plastik bisa membutuhkan waktu hingga 450 tahun. Kesulitan penguraian ini membuat sampah plastik menumpuk dan mencemari lingkungan, bahkan mengancam ekosistem.
Sebagai solusi inovatif yang mudah dan murah, tim KKN memperkenalkan pembuatan Ecobrick. Ecobrick atau “batu bata ramah lingkungan” adalah metode sederhana untuk mengelola sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang, daripada membakarnya yang dapat melepaskan senyawa berbahaya ke udara. Dengan Ecobrick, sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda bernilai ekonomi. Cara pembuatannya sangat mudah: sampah plastik yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam botol plastik. Sampah tersebut kemudian dipadatkan menggunakan tongkat atau alat serupa hingga botol terisi penuh dan menjadi padat, tanpa ada ruang kosong. Ecobrick yang telah jadi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti membuat dinding, kursi, atau perabot lainnya.
Puncak dari program EKOAKSI adalah kegiatan gotong royong massal yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2025. Gotong royong merupakan salah satu nilai inti yang merefleksikan kebersamaan dan persatuan dalam masyarakat. Melalui kegiatan ini, setiap individu diajak untuk berkorban, baik waktu, tenaga, maupun pikiran, demi kepentingan bersama. Fokus utama kegiatan gotong royong kali ini adalah pembersihan dan renovasi jembatan yang berada di dekat kandang wedus Desa Rangimulya. Warga bergotong royong membersihkan area tersebut dari sampah dan merenovasi jembatan, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman bagi semua. Aksi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kepemilikan terhadap lingkungan di antara warga desa.
Untuk memastikan pesan edukasi tetap melekat di benak warga, kegiatan gotong royong diakhiri dengan pemasangan plang informasi di area jembatan yang baru direnovasi. Plang ini berfungsi sebagai pengingat visual yang kuat tentang lamanya waktu yang dibutuhkan oleh berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami. Informasi ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku jangka panjang dalam kebiasaan membuang sampah. Data ini menyadarkan warga bahwa sampah yang mereka buang hari ini akan tetap ada untuk waktu yang sangat lama, bahkan bisa bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun di lingkungan. Pesan ini diharapkan dapat menginspirasi setiap individu untuk lebih bijak dalam mengelola sampahnya, mulai dari mengurangi penggunaan plastik hingga memilah sampah dari sumbernya.
Program EKOAKSI telah berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi antara edukasi, inovasi, dan partisipasi aktif masyarakat dapat menciptakan dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Dari mengubah sampah plastik menjadi Ecobrick hingga membersihkan lingkungan melalui gotong royong, setiap langkah kecil yang diambil bersama telah membangun fondasi untuk masa depan Desa Rangimulya yang lebih bersih dan sehat. Mari kita teruskan semangat EKOAKSI ini dan jadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan yang melekat, bukan hanya sebuah kegiatan, demi menjaga bumi kita untuk generasi yang akan datang.